Iklan marketplace dapat membantu produk mendapatkan traffic dan order lebih cepat. Namun, biaya iklan tetap harus dibandingkan dengan profit yang dihasilkan. Seller yang hanya melihat omzet atau penjualan dari iklan berisiko menjalankan kampanye yang terlihat ramai tetapi tidak menghasilkan profit sehat.
1. Kenapa Biaya Iklan Harus Masuk Kalkulasi Profit?
Iklan adalah biaya untuk mendapatkan traffic atau penjualan. Ketika biaya iklan dibebankan pada seller, biaya tersebut mengurangi profit yang sebenarnya diperoleh dari transaksi.
Karena itu, analisis iklan sebaiknya dilakukan bersama HPP, biaya marketplace, promo, packing, dan biaya lainnya. Tujuannya bukan sekadar mendapatkan order, tetapi mendapatkan order dengan struktur biaya yang masih menguntungkan.
Poin penting
Omzet tinggi belum tentu profit tinggi.
Biaya iklan mengurangi profit.
Biaya iklan perlu dibandingkan dengan penjualan yang dihasilkan.
Produk dengan margin tipis membutuhkan kontrol iklan lebih ketat.
2. Kenali Cara Membaca Biaya Iklan
Platform iklan dapat menampilkan berbagai metrik seperti biaya iklan, penjualan yang diatribusikan, jumlah order, klik, dan rasio hasil iklan. Seller perlu memahami hubungan antarangka tersebut sebelum mengambil keputusan.
Gunakan data dari periode yang sama agar perbandingan tidak bias. Jika biaya iklan berasal dari satu periode sementara penjualan diambil dari periode berbeda, hasil analisis dapat menyesatkan.
Poin penting
Total biaya iklan.
Penjualan yang diatribusikan.
Jumlah order.
Biaya iklan per order.
Return atau rasio hasil kampanye.
Profit setelah biaya iklan.
3. Cara Menghitung Biaya Iklan per Order
Salah satu angka yang mudah digunakan seller adalah biaya iklan rata-rata untuk mendapatkan satu order. Angka ini membantu melihat seberapa mahal proses mendapatkan transaksi melalui iklan.
Biaya Iklan per Order = Total Biaya Iklan ÷ Jumlah Order dari Iklan
4. Contoh Menghitung Biaya Iklan per Order
Misalnya seller mengeluarkan biaya iklan Rp200.000 dan mendapatkan 20 order yang diatribusikan ke kampanye tersebut. Biaya iklan rata-rata per order adalah Rp10.000.
Angka Rp10.000 kemudian perlu dibandingkan dengan profit produk sebelum iklan. Jika profit sebelum iklan hanya Rp12.000 per order, ruang keuntungan menjadi sangat kecil.
Rp200.000 ÷ 20 = Rp10.000 per order
Catatan
Atribusi order dan penjualan dapat mengikuti aturan masing-masing platform. Gunakan data laporan iklan yang sesuai saat melakukan evaluasi.
5. Hitung Profit Setelah Biaya Iklan
Profit setelah iklan diperoleh setelah seluruh biaya yang relevan dikurangkan. Biaya iklan dapat dihitung sebagai biaya transaksi jika dapat dialokasikan dengan wajar ke order yang dihasilkan.
Untuk evaluasi kampanye, seller juga dapat melihat profit total setelah biaya iklan dalam satu periode.
Poin penting
Gunakan pendapatan aktual.
Masukkan HPP.
Masukkan biaya marketplace.
Masukkan promo yang ditanggung seller.
Masukkan biaya iklan.
Masukkan biaya operasional relevan.
Profit Setelah Iklan = Pendapatan − HPP − Biaya Marketplace − Promo − Operasional − Biaya Iklan
6. Lihat Dampak Iklan terhadap Margin
Iklan dapat membuat margin turun karena sebagian profit digunakan untuk memperoleh traffic dan order. Penurunan tersebut bisa masuk akal jika iklan menghasilkan volume tambahan yang meningkatkan profit total.
Seller sebaiknya membandingkan margin sebelum iklan dan setelah biaya iklan diperhitungkan.
Poin penting
Hitung margin sebelum iklan.
Hitung biaya iklan per order.
Hitung margin setelah iklan.
Bandingkan dengan target margin minimum.
Margin Setelah Iklan = (Profit Setelah Iklan ÷ Pendapatan) × 100%
7. Tentukan Anggaran Iklan Berdasarkan Profit
Anggaran iklan sebaiknya tidak ditentukan hanya berdasarkan kemampuan saldo atau nominal yang biasa digunakan. Seller perlu melihat berapa biaya yang dapat ditanggung oleh struktur profit produk.
Jika target profit minimum sudah ditentukan, sisa ruang dapat digunakan sebagai batas biaya akuisisi atau iklan.
Poin penting
Tentukan target profit minimum.
Hitung biaya produk dan transaksi.
Tentukan ruang biaya iklan.
Gunakan anggaran secara bertahap.
Evaluasi hasil sebelum menaikkan budget.
Ruang Iklan = Pendapatan − Total Biaya Non-Iklan − Target Profit Minimum
8. Tidak Semua Produk Cocok Diiklankan
Produk dengan margin tipis, conversion rendah, atau harga yang tidak kompetitif dapat sulit menghasilkan profit melalui iklan. Sebelum menambah budget, pastikan listing dan penawaran produk sudah cukup kuat.
Produk yang sudah memiliki permintaan dan conversion yang baik biasanya lebih mudah diuji dengan budget tambahan, tetapi tetap perlu dipantau profitnya.
Poin penting
Pilih produk dengan margin cukup.
Pastikan harga kompetitif.
Perbaiki foto dan informasi produk.
Perhatikan conversion.
Pastikan stok aman.
Pantau profit setelah iklan.
9. Hitung Iklan Bersama Promo Lain
Biaya iklan sering berjalan bersamaan dengan diskon, voucher, affiliate, dan subsidi ongkir. Jika seluruh biaya ditanggung seller, profit per order dapat turun cukup besar.
Karena itu, evaluasi kampanye sebaiknya menggunakan simulasi biaya total, bukan biaya iklan saja.
Poin penting
HPP.
Biaya marketplace.
Diskon atau voucher seller.
Affiliate.
Subsidi ongkir.
Biaya iklan.
Packing dan biaya operasional.
10. Kapan Budget Iklan Perlu Dinaikkan?
Budget dapat dipertimbangkan untuk dinaikkan ketika kampanye menghasilkan profit yang sehat secara konsisten, stok tersedia, dan kapasitas operasional mampu menangani tambahan order.
Jangan menaikkan budget hanya karena omzet naik. Periksa apakah profit total juga meningkat setelah biaya iklan dan biaya tambahan lainnya.
Poin penting
Profit setelah iklan tetap sehat.
Conversion stabil.
Stok tersedia.
Biaya per order masih terkendali.
Profit total meningkat.
Operasional mampu menangani tambahan order.
11. Kesalahan Umum Saat Menjalankan Iklan
Kesalahan yang sering terjadi adalah menganggap semua penjualan dari kampanye sebagai keuntungan tambahan. Seller perlu membandingkan hasil kampanye dengan biaya yang dikeluarkan dan kondisi penjualan tanpa iklan.
Kesalahan lainnya adalah menaikkan budget terlalu cepat sebelum mengetahui batas biaya per order yang masih menguntungkan.
Poin penting
Hanya melihat omzet.
Tidak menghitung biaya iklan per order.
Tidak memasukkan biaya iklan ke profit.
Menaikkan budget tanpa evaluasi.
Mengiklankan semua produk tanpa seleksi.
Tidak memperhatikan stok dan conversion.
12. Simulasikan Iklan Sebelum Menambah Budget
Buat beberapa skenario budget, misalnya budget rendah, sedang, dan tinggi. Perkirakan order, biaya iklan, pendapatan, dan profit pada masing-masing skenario.
Setelah kampanye berjalan, bandingkan estimasi dengan data aktual. Hasil tersebut dapat digunakan untuk menentukan budget berikutnya secara lebih rasional.
Poin penting
Skenario budget rendah.
Skenario budget sedang.
Skenario budget tinggi.
Hitung biaya per order.
Hitung profit setelah iklan.
Bandingkan profit total.
13. Iklan Harus Membeli Profit, Bukan Sekadar Traffic
Iklan marketplace adalah alat untuk memperoleh traffic dan penjualan. Namun, keputusan iklan yang sehat tetap harus berujung pada profit yang terukur.
Dengan menghitung biaya iklan per order, profit setelah iklan, margin, dan ruang anggaran, seller dapat menentukan produk serta kampanye yang layak diperbesar.
Poin penting
Hitung biaya iklan per order.
Masukkan iklan ke kalkulasi profit.
Perhatikan margin setelah iklan.
Tetapkan batas biaya.
Naikkan budget berdasarkan data.
Evaluasi profit total secara berkala.
Langkah berikutnya
Sudah memahami konsepnya? Sekarang uji dengan angka bisnis Anda sendiri.
Masukkan harga modal, harga jual, biaya marketplace, promo, packing, iklan, dan biaya lain ke Profit Calculator SellerProfit.